Pelitaonline.co, JEMBER – 25 September 2025.
Pemdes Sumberjati, Pemdes Sempolan dan SMPN 1 Silo kecamatan Silo kabupaten Jember masuk the best ten sepuluh terbaik kirab ancak agung memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi saksi peradaban baru di kabupaten Jember yang dilaksanakan pada Rabu, 24/9/2025.
Acara kirab budaya 500 ancak agung ini berangkat dari depan gerai KFC berakhir di alun-alun Jember Nusantara. Kirab budaya ini merupakan momentum sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memecahkan rekor museum rekor dunia Indonesia (MURI) melebihi rekor muri sebelumnya dari kabupaten Demak Jawa Tengah dengan 99 gunungan. Adapun tema kirab budaya ancak agung ini mengambil tema : “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”.

Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP.MSi menyampaikan kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus melestarikan tradisi masyarakat. “Tradisi ancak atau gunungan berisikan hasil bumi, kemudian rezeki yang diperoleh bisa berupa makanan dan lainnya yang nantinya disedekahkan setelah didoakan bersama. Kegiatan hari ini sekaligus memecahkan rekor MURI ancak terbanyak dalam kegiatan Maulid Nabi,”
Nurul Hafid Yasin Kabag Kesra juga menjelaskan bahwa dukungan untuk acara ini datang dari berbagai pihak. “Kami disupport dari seluruh OPD, kecamatan, desa, kelurahan, rumah sakit, perbankan, dan beberapa hotel. Mereka juga sebelumnya ikut terlibat dalam kegiatan MTQ, kini kembali memberikan kontribusi untuk festival ini,” jelas Nurul Hafid.
Sementara itu Camat Silo Bagas Wahyudi Witjaksono, SE, MSi menyampaikan rasa syukurnya karena Pemdes Sumberjati, Pemdes Sempolan dan SMPN 1 Silo berhasil masuk the best ten peserta terbaik. Alhamdulillah semua kades, perangkat desa serta lembaga pendidikan di kecamatan Silo bisa ikut berpartisipasi mensukseskan kirab budaya ancak agung yang berhasil memecahkan rekor MURI, ungkap Bagas Wahyudi.
Bagas Wahyudi Witjaksono menyambut positif gelaran kirab budaya ancak agung ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana memperkuat kebersamaan. Bentuk rasa syukur yang diwujudkan dengan sedekah kepada masyarakat. Selain itu, festival ini bisa menjadi event tahunan budaya Jember yang bisa meningkatkan dan menarik wisatawan datang ke Jember, mengangkat potensi Jember, serta memberi berkah bagi pelaku UMKM yang berjualan sehingga perekonomian berputar positif dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, pungkas Bagas Wahyudi (Lhk).








