ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 22 Juli 2025. Ikan hias kini jadi primadona di kalangan pecinta hewan peliharaan. Bisnis ikan hias pun menjanjikan, dengan pasar global yang terus tumbuh. Menurut laporan Statista 2024, industri akuarium global diprediksi mencapai nilai 7,8 miliar dolar AS pada 2027. Di Indonesia, ikan hias seperti cupang, guppy, dan neon tetra laris manis di pasar lokal dan ekspor. Ingin tahu cara budidaya ikan hias yang sukses? Yuk, simak panduan lengkap berikut!
Mengapa Memilih Budidaya Ikan Hias?
Cara budidaya ikan hias menarik karena modalnya relatif kecil, tapi untungnya bisa besar. Permintaan ikan hias terus naik, terutama sejak pandemi, ketika banyak orang mulai hobi memelihara ikan. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2023 menyebut ekspor ikan hias Indonesia mencapai 30 juta dolar AS. Selain itu, budidaya ini cocok untuk pemula karena perawatannya sederhana. Namun, kesuksesan tergantung pada pengetahuan dan perencanaan yang matang.
Langkah Awal: Pilih Jenis Ikan Hias
Sebelum memulai, pilih jenis ikan yang tepat. Cara budidaya ikan hias dimulai dari memahami pasar. Ikan populer seperti cupang, guppy, dan molly cocok untuk pemula karena mudah dirawat. Menurut tren di platform X 2025, cupang tetap jadi favorit karena warnanya yang cantik dan harga jual tinggi. Ikan neon tetra dan discus juga diminati karena cocok untuk akuarium komunitas. Pastikan kamu memilih ikan yang sesuai dengan keahlian dan anggaranmu.
Faktor yang Perlu Diperhatikan
- Pasar lokal: Cek ikan apa yang laris di daerahmu.
- Kemampuan perawatan: Pilih ikan yang sesuai dengan pengalamanmu.
- Modal: Ikan seperti cupang butuh investasi lebih kecil dibandingkan discus.








