BerandaBeritaBabinsa di Jember Ciptakan Pupuk Organik Berbahan Sekam

Babinsa di Jember Ciptakan Pupuk Organik Berbahan Sekam

- Advertisement -spot_img

Jember, Pelitaonline.co – Dawud seorang TNI berpangkat Serda, anggota Kodim 0824 yang bertugas di Koramil Ledokombo Babinsa Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo membuat pupuk Cair organik berbahan dasar dari abu Sekam.

Pria Lulusan Sekolah Menengah Teknik (STM) jurusan pertanian itu menyampaikan,
pupuk cair Organik yang diberi nama Bio Top, berbahan dasar abu sekam dan diolah sendiri ini sedang dikembangkan.

Hal itu bertujuan untuk membantu para petani. Alhasil sekarang sudah bisa dinikmati oleh para petani binaannya yang berada di lima Kecamatan yakni Ledokombo, Sukorambi, Rambipuji, Bangsalsari dan Ajung.

“Kami membina petani memanfaatkan lahan tidur di dataran tinggi untuk menanam pohon pepaya, untuk menambah penghasilan dan untuk pupuk serta obat-obatan seperti perangsang, penyubur tanah sendiri menggunakan pupuk cair Bio Top.” Ujar Dawut, Senin (1/2/2021)

Babinsa yang berdomisili di Perum Keramat 1 Jl Letjen Suprapto Blok J 12 ini mengatakan, selain penyuplai obat-obatan juga pemasaran, menurutnya petani tidak akan tergiur untuk menanam pohon pepaya kalau tidak ada jaminan pasarnya.

“Jumlah petani berkisar 30 orang dengan luas tanah yang dikelola di 5 kecamatan, kurang lebih 25 hektar dan pohon pepaya memiliki usia tanam 2.5 tahun, panen pertama di usia tanam 8 bulan, setiap 10 hari sekali petik (panen), dalam 1 bulan 3 kali petik, ” terang Bapak 3 anak itu.

Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember letkol Inf La Ode M Nurdin mengapresiasi anggotanya, karena telah berhasil mengembangkan hasil karya obat pupuk organik dan memiliki petani binaan.

“Sebagai Babinsa berpartisipasi aktif dalam mewujudkan swasembada pangan, sebab ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan negara, oleh karenanya TNI wajib berperan demi menjaga kedaulatan pangan,” Katanya

Keterlibatan Bintara Bina Desa (Babinsa) di sektor pertanian sambung La Ode tidak mengganggu kerja-kerja dalam pertahanan negara, karena personel yang dikerahkan adalah yang akan memasuki masa pensiun, bukan pasukan tempur yang anda bayangkan.

“Personel yang dikerahkan merupakan bagian dari teritorial yang bertugas membantu dalam geografis, demografis dan sosial demi kesejahteraan masyarakat, apa yang dilakukannya sesuai tugas pokok TNI, “jelas lulusan Akmil tahun 2001. (Buy/Yud)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

#TRENDING TOPIC

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini