Faktor Penyebab dan Desersi Bagi Prajurit
Banyak orang penasaran mengapa seorang tentara berani mengambil risiko besar dengan kabur. Pemahaman terhadap arti desersi juga mencakup analisis atas pemicu psikologis dan lingkungan pelaku.
Di samping itu, tekanan mental di medan tugas sering menjadi pemicu utama. Beberapa prajurit mengalami stres berat akibat dinamika tugas atau konflik keluarga.
Berikut beberapa faktor pemicu yang sering memicu timbulnya kasus pembangkangan dinas ini:
- Masalah finansial pribadi, seperti jeratan utang atau kebiasaan hidup yang konsumtif.
- Konflik rumah tangga atau persoalan pribadi yang menumpuk tanpa jalan keluar.
- Ketidaksiapan mental prajurit dalam menghadapi beratnya doktrin disiplin militer.
- Terlibat dalam tindak pidana umum, lalu melarikan diri untuk menghindari hukum.
Oleh karena itu, pembinaan mental prajurit secara berkala sangat mutlak diperlukan satuan. Komandan satuan wajib mendeteksi secara dini setiap perubahan perilaku anak buahnya.
Sanksi Tegas dalam Desersi di Lingkungan TNI
Penegakan hukum tidak pernah pandang bulu terhadap oknum yang mangkir dari tugas. Penjelasan ringkas mengenai arti desersi selalu berkaitan erat dengan sanksi pidana dan administratif.
Sebab itu, institusi TNI selalu menerapkan sanksi berlapis untuk menjaga wibawa militer. Sanksi berat yang membayangi pelaku di antaranya meliputi:
- Hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan untuk pelanggaran masa damai.
- Hukuman penjara hingga 8 tahun 6 bulan apabila tindakan terjadi saat perang.
- Sanksi administratif berupa penundaan kenaikan pangkat dan penundaan pendidikan dinas.
- Pemecatan secara tidak hormat dari dinas kemiliteran TNI secara permanen.
Namun, proses persidangan pidana tetap bisa berjalan walau pelaku masih menghilang. Pengadilan Militer menggelar sidang in absensia tanpa kehadiran terdakwa di persidangan.
Berbagai Contoh Kasus dan Desersi di Lapangan
Untuk memahami gambaran secara nyata, arti desersi terlihat jelas dalam sejumlah kasus. Salah satu contohnya adalah kasus oknum prajurit yang kabur lalu terlibat kejahatan.
Selain itu, ada juga kasus oknum prajurit melarikan diri sambil membawa senjata. Kasus pengkhianatan ini tentu sangat membahayakan keselamatan masyarakat dan kedaulatan negara.
Oleh sebab itu, Polisi Militer langsung melakukan perburuan intensif terhadap pelaku yang kabur. Pelanggar yang tertangkap akan langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan militer.
Namun, tak jarang oknum prajurit terbukti melanggar akibat terlilit utang judi online. Mereka membolos secara berturut-turut melebihi batas 30 hari hingga akhirnya dipecat.
Dengan demikian, desersi menuntut pertanggungjawaban hukum secara mutlak tanpa celah toleransi. Setiap pelanggar pasti menerima konsekuensi pemecatan serta hukuman penjara yang berat.








