Pelitaonline.co, JEMBER – 9 Oktober 2025.
Dialog Publik ŔRI Jember dari Jember untuk Indonesia dengan tema “Semangat ekonomi kerakyatan untuk kesejahteraan” yang diselenggarakan oleh RRI Jember di caffe Kemiri desa Kemiri kecamatan Panti kabupaten Jember menghadirkan nara sumber wakil bupati Jember Dr. Djoko Susanto,SH.MH, wakil ketua DPRD Jember Widarto,S.S dan ahli monitoring dan evaluasi pembangunan Agung Bagus Dewantoro, dipimpin moderator Devi Fitriah, Rabu 08/09/2025.
Peran strategis Jember untuk Indonesia dalam pembangunan nasional menurut wakil bupati Jember Dr.Djoko Susanto,SH.MH berangkat dari apa yang dipunyai Jember. Yang pertama jumlah penduduk terbesar ketiga di Jatim, perguruan tinggi juga terbanyak setelah Surabaya dan Malang, identitas budaya econik JFC yang mendunia, segi maritim punya pesisir yang panjangnya 100 km, pertanian sebagai penyumbang produksi beras. Keunggulan yang dipunyai Jember inilah menjadi konsekwensi logis Jember mempunyai peran strategis nasional.
Terkait dengan meningkatkan PAD Jember dari sektor Pariwisata, Wabup Djoko Susanto menjelaskan hal yang paling penting adalah membenahi infrastrukturnya, transportasi pariwisata juga pembenahan tempat pariwisatanya. Kita perlu intropeksi bahwa kita masih banyak kekurangan disektor pariwisata dan sadar diri bahwa perencanaan anggaran yang mencerminkan kebutuhan serta mencerminkan keberpihakan APBD terhadap pariwisata.
Fakta dilapangan pariwisata yang dikelola oleh swasta lebih maju dan lebih ramai pengunjung dibanding tempat wisata yang dikelola pemerintah. Menurut Wabup wajar saja dan sebaiknya memang begitu biar swastanya tumbuh. Tugas pemerintah daerah mensuport berkembangnya pariwisata yang dikelola swasta, jelas Wabup.
Wabup Djoko Susanto menambahkan bahwa kondisi kemiskinan di Jember berbanding terbalik dengan potensi yang dimiliki kabupaten Jember. Artinya kita tidak boleh berbangga diri tetapi harus ada koreksi diri. Secara sederhana potensi ekonomi Jember besar tetapi kesejahteraan rakyat tidak berarti ada problem terutama dalam hal tata kelola pemerintahan. Dan kalau melihat pendidikan Jember yang banyak tentunya yang melaksanakan tata kelola Jember bukan orang bodoh. Ada potensi luar biasa tapi rakyatnya banyak yang miskin. Berarti mindset atau mental yang bermasalah sehingga untuk menjalankan tata kelola tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, pungkas Wabup Djoko Susanto.
Sementara itu Widiarto,SS wakil ketua DPRD Jember menyampaikan peran strategis Jember dari segi demografis jumlah penduduk nomer 3 di Jatim tetapi jumlah kemiskinan secara absolut Jatim tertinggi se Indonesia dengan jumlah sekitar 3,8 juta, sedangkan angka kemiskinan di Jember nomor dua setelah Malang yaitu 216.760 jiwa per Maret 2025. Demografis yang lain Jember mempunyai beragam etnis, agama, mempunyai laut luas, 16 pulau kecil, pertanian dan perkebunan. Selain demografis, Jember juga mempunyai lembaga pendidikan dan pesantren yang banyak.
Menurut Widiarto yang menjadi catatan kalau pembangunan di Jember ini sukses dalam kontek pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan sukses maka Jember mempunyai peranan strategis dalam pembangunan nasional. Sebaliknya jika Jember gagal membuat Legesi maka berdampak juga pada pembangunan nasional, jelas Widiarto.
Ahli monitoring dan evaluasi pembangunan Agung Bagus Dewantoro menyampaikan Jember merupakan pemasok pangan beras nomor 2 di Jatim dan Jatim pemasok beras terbesar nasional. Jika tidak ada Jember kita akan kekurangan pangan atau Impor beras. Selain itu ada JFC dan Jember juga dikenal penghasil tembakau dan cukai tembakau secara nasional cukai tembakau 216 trilyun. Hampir 16% produksi tembakau nasional 238.000 ton disuplai dari Jember. Jadi Jember mempunyai peran strategis sekali dalam pembangunan nasional, Jelas Agung Bagus Dewantoro. ( Lukman Hakim )








