Pelitaonline.co, SLEMAN, 4 Juli 2026
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 yang digelar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (2/7/2026). Kehadiran pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam mendukung kemajuan sistem pendidikan nasional yang inklusif dan adaptif.

Acara berskala nasional ini turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). Dialog strategis ini menjadi ruang serap aspirasi dan gagasan yang siap diimplementasikan demi kemajuan daerah.
”Dari dialog tersebut, banyak gagasan yang kami bawa pulang sebagai semangat untuk terus memajukan dan mendorong pendidikan di Kabupaten Jember agar jauh lebih baik lagi,” ujar Gus Fawait.
Menjadi Pembicara Utama: Soroti Disrupsi Digital dan Ekonomi Kreatif
Dalam forum yang bertajuk Dialog Berpihak kepada Anak tersebut, Gus Fawait dipercaya menjadi salah satu pembicara utama. Di hadapan para peserta, ia mengupas tuntas tema krusial: “Pendidikan di Era Disrupsi Digital: Transformasi Pembelajaran, Teknologi, dan Ekonomi Kreatif Masa Depan”.
Gus Fawait menekankan bahwa integrasi antara sektor teknologi dan kreativitas adalah kunci utama agar generasi muda Indonesia tidak sekadar menjadi penonton di era digital. Menurutnya, kurikulum pendidikan saat ini harus bergeser ke arah yang lebih dinamis agar mampu mencetak talenta-talenta inovatif.
”Kurikulum harus mampu mencetak generasi yang siap membuka lapangan kerja baru berbasis ekonomi kreatif, bukan hanya siap kerja,” tegasnya.
Instrumen Pengentasan Kemiskinan
Lebih lanjut, Bupati Jember ini menjabarkan visinya bahwa investasi terbesar sebuah daerah ada pada pembangunan sumber daya manusianya. Ia meyakini, terobosan di sektor pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan secara struktural.
”Kami akan terus melakukan terobosan-terobosan di sektor pendidikan karena kami yakin bahwa pendidikan ini menjadi solusi jangka panjang untuk pengentasan kemiskinan. Mungkin jangka pendek dampaknya tidak begitu signifikan, tetapi secara teori, pendidikan adalah instrumen utama untuk mengangkat derajat hidup masyarakat, termasuk terkait masalah ekonomi, khususnya pengentasan kemiskinan,” tutur Gus Fawait.
Terima Penghargaan dari Lingkar Daerah Belajar
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran dan dedikasinya, Gus Fawait menerima sertifikat penghargaan khusus dari lembaga Lingkar Daerah Belajar di akhir acara.
Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan nasional atas peran aktif Bupati Jember dalam mengawal isu-isu krusial seputar dunia pendidikan, perlindungan anak, serta pengembangan potensi anak bangsa menuju Indonesia Emas. Pemkab Jember berkomitmen membawa hasil konferensi ini sebagai bahan evaluasi dan akselerasi program pendidikan di daerah. (Lukman Hakim)








