Pelitaonline.co, JEMBER – 20 Maret 2026
Ratusan umat Islam dari kelurahan Mangli dan desa sekitarnya sangat antusias melaksanakan sholat ied Fitri 1 Syawal1447 Hijriyah setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan meskipun diguyur hujan gerimis, Jumat 20/03/2026.
Masyarakat berbondong-bondong merayakan hari kemenangan ke lapangan Mangli mengikuti serangkaian ibadah sholat Iedhul Fitri yang digelar oleh panitia shalat ied Mangli (PSIM) dengan menghadirkan Ustadz Faht Jauzi Amry S,S.Pd.I yang bertindak sebagai imam dan khotib.

Ustadz Faht Jauzi Amry S,S.Pd.I dalam khotbahnya menyampaikan iedhul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam yang berpuasa 1 bulan penuh. Tidak sedekit air mata menetes penuh kekhusyukan dan kesyahduan yang berkecamuk dalam setiap hati seseorang hamba yang merasa penuh dengan dosa. Datang bersimpuh dengan tawadhu memohon ampunan, rahmat dan syafaat baginda Rasululloh Muhammad Sallohu Alaihi Wassalam.

Hari raya Fitri ini merupakan momentum terindah disetiap telinga mendengar lantunan takbir adalah hadirnya bayangan dua sosok manusia yang paling kita cintai yaitu ayah dan ibu kita. Senyuman dan sapaan serta sentuhan halus tangan kedua orangtua kita diatas kepala kita. Berbakti kepada orangtua kita merupakan amal yang paling utama baru setelah itu amal jihad dijalan Alloh sebagaimana hadits Nabi riwayat Muslim wa Abu Dawud wa Tirmidzi wa Nasai wa Majah “Sesungguhnya merawat kedua orangtua adalah jihad yang utama”.

Ustadz Faht Jauzi Amry S,S.Pd.I juga menjelaskan keutamaan berbakti kepada orangtua itu sebagai obat panjang umur dan menambah rezeqi sebagaimana hadits nabi riwayat Ahmad, “Barangsiapa yang cinta ingin dipanjangkan umurnya dan ditambah rezeqinya hendaklah dia berbakti kepada kedua orangtuanya dan senantiasa menyambungkan tali silaturrahmi”.

Puasa Ramadhan sungguh kita ditempa di madrasah Ramadhan sepanjang hari bagaimana kita beribadah, mulai sahur, bertilawah, membaca Al-Qur’an, salat taraweh, bersedekah, berzakat dan semua amal kebaikan lainnya jangan lupa jika orangtua masih hidup dan anda diperantauan maka pulanglah. Orangtua tidak butuh harta kita tetapi ingin melihat kedatangan kita dengan senyuman, jangan sampai kita menangis penuh penyesalan mendengar berita orangtua kita dipanggil Alloh SWT.
Tidak ada artinya kita menangis diatas batu nisan mereka sebelum kita mampu berbakti. Datangilah orangtua kita, sungkem minta doa kepada orangtua kita dan mendoakan kedua orangtua kita. Sungguh beruntung kita yang saat ini masih ada orangtua dan marilah kita berniat senantiasa berbakti kepada kedua orangtua kita dengan sungguh-sungguh. Doa orangtua kepada anak tidak ada pembatas dan sebaliknya doanya anak kepada orangtua juga tidak ada pembatas.
Jurnalis : Lukman Hakim.








