JEMBER – Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember memastikan kesiapan penuh sarana perkeretaapian di wilayah operasional Jember hingga Ketapang. Sebanyak 11 lokomotif dan 109 kereta disiagakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.
Selain armada utama, Daop 9 Jember juga menyiapkan sarana cadangan sebagai langkah antisipatif. Satu lokomotif cadangan ditempatkan di Depo Lokomotif Jember, sementara satu kereta kelas eksekutif (K1) dan satu kereta pembangkit disiagakan di Depo Kereta Ketapang guna mengantisipasi kebutuhan operasional tambahan.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan seluruh sarana telah melalui proses pemeriksaan menyeluruh sesuai standar keselamatan dan keandalan yang berlaku.
“Kami memastikan seluruh lokomotif dan kereta dalam kondisi prima dan laik operasi. Seluruh sarana telah menjalani pemeriksaan serta perawatan sesuai standar keselamatan. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran 2026,” ujar Cahyo.
Dalam menjaga keandalan armada, Daop 9 Jember menerapkan dua pola perawatan lokomotif, yakni Preventive Maintenance (perawatan terjadwal) dan Corrective Maintenance (perbaikan tidak terjadwal). Perawatan terjadwal meliputi pemeriksaan bulanan (P1), tiga bulanan (P3), enam bulanan (P6), hingga tahunan (P12) yang dilakukan di depo lokomotif.
Untuk perawatan skala besar seperti 24 bulanan, 48 bulanan, dan 72 bulanan, pengerjaan dilakukan di Balai Yasa. Sementara itu, perbaikan tidak terjadwal dilaksanakan segera apabila ditemukan gangguan atau potensi kerusakan pada lokomotif maupun kereta.
Cahyo menjelaskan, perawatan sarana mencakup pemeriksaan sistem angin, diesel, elektrik, dan mekanik guna memastikan seluruh komponen bekerja optimal selama perjalanan.
“Perawatan kami lakukan secara konsisten dan terstandar, mulai dari sistem pengereman, mesin, kelistrikan hingga mekanik. Dengan demikian, performa sarana tetap terjaga dan efisien dalam penggunaan energi,” katanya.
Sebagai bentuk jaminan kelaikan operasi, seluruh sarana juga telah menjalani ramp check atau pemeriksaan kelaikan teknis. Pemeriksaan dilakukan secara kolaboratif bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya.
Berdasarkan hasil ramp check tersebut, seluruh armada lokomotif dan kereta di wilayah Daop 9 Jember dinyatakan memenuhi standar teknis dan siap dioperasikan selama masa Angkutan Lebaran.
Manajemen Daop 9 Jember turut menginstruksikan jajaran teknis sarana untuk memperketat pengawasan sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan. Langkah tersebut antara lain memastikan alat keselamatan dalam kondisi siap operasi, menjaga performa dan kelengkapan No Go Item, serta meningkatkan pengawasan terhadap penggantian rem blok.
Selain itu, percepatan pengadaan suku cadang baru juga dilakukan untuk menjaga kualitas sistem pengereman. Pelaporan berkala dan tindak lanjut atas setiap temuan dilaksanakan secara transparan agar dapat dimonitor langsung oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya.
“Kesiapan sarana menjadi faktor utama dalam menjamin keselamatan perjalanan, terlebih pada periode puncak seperti Lebaran. Kami optimistis, dengan dukungan armada yang andal dan pengawasan yang ketat, layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember dapat berjalan aman dan lancar,” tutup Cahyo.








