Formatif Adalah Komponen Penting dalam Kurikulum Merdeka — Ini Alasannya!

Ricky R

November 3, 2025

4
Min Read
penjelasan formatif adalah

ENSIKLOPEDIA – Jakarta, 3 November 2025. Pendidikan di Indonesia sedang bertransformasi besar. Kurikulum Merdeka menjadi sorotan utama. Dalam skema kurikulum baru ini, ada satu istilah yang jadi kunci sukses pembelajaran: asesmen formatif. Seringkali, fokus pendidikan hanya tertuju pada nilai akhir. Namun, formatif adalah pendekatan yang justru fokus pada proses. Ini sangat esensial.

Apa sih sebenarnya makna dari formatif? Mengapa ia begitu krusial di era Kurikulum Merdeka? Mari kita bedah tuntas. Kita akan melihat data dan alasan mengapa guru harus menguasai instrumen evaluasi ini.

Formatif Adalah Proses, Bukan Hasil Akhir

Banyak yang keliru memahami fungsi penilaian. Anggapan umum, penilaian hanyalah soal ujian akhir. Penilaian ini berujung pada rapor yang menentukan kelulusan. Padahal, formatif merupakan sebuah proses pengumpulan data. Proses ini berlangsung selama pembelajaran. Tujuannya memantau dan memperbaiki. Perbaikan ini menyasar proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Front Desk Adalah Pintu Pertama Perusahaan: Fungsi, Peran, dan Contoh Kerjanya

Berdasarkan Panduan Pembelajaran dan Asesmen dari Kemendikbudristek, asesmen formatif sebagai penilaian untuk memantau perkembangan peserta didik. Penilaian ini juga mengevaluasi capaian tujuan pembelajaran. Sederhananya, formatif adalah “lampu dashboard mobil” bagi guru dan siswa. Lampu ini memberi tahu: apakah perjalanan lancar atau ada masalah yang perlu segera diatasi.

Asesmen formatif berbeda dari asesmen sumatif. Sumatif dilakukan di akhir periode pembelajaran. Sumatif bertujuan mengukur pencapaian akhir. Sementara formatif sebagai kegiatan berkelanjutan. Ia ada di sepanjang proses belajar. Karena sifatnya yang fleksibel dan berkelanjutan, asesmen formatif sangat cocok untuk mencapai tujuan Kurikulum Merdeka. Tujuannya mengembangkan potensi siswa secara holistik.

Tiga Manfaat Utama Formatif dalam Pembelajaran

Penerapan asesmen formatif membawa dampak positif signifikan. Bukan hanya untuk guru, tapi juga bagi siswa. Ini bukan sekadar teori. Hasil analisis Asesmen Nasional (AN) tahun 2021 dan 2023 menunjukkan peningkatan literasi dan numerasi. Peningkatan ini terjadi pada satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka. Salah satu kuncinya ada di penguatan asesmen di awal dan sepanjang pembelajaran, yaitu asesmen formatif.

  1. Umpan Balik yang Membangun ( Feedback )

Fungsi utama dari formatif adalah memberikan umpan balik cepat dan akurat. Umpan balik ini bersifat deskriptif, bukan hanya angka.

  • Bagi Murid: Mereka segera tahu di mana letak kelemahan dan kekuatannya. Siswa bisa merefleksikan diri. Mereka lalu mengatur strategi belajarnya. Kemandirian belajar (self-regulation) siswa juga meningkat. Data menunjukkan bahwa siswa yang sering mendapat umpan balik formatif cenderung lebih termotivasi. Mereka juga lebih giat.
  • Bagi Guru: Guru mendapat informasi berharga. Informasi ini tentang hambatan yang dihadapi murid. Guru bisa langsung menyesuaikan model, metode, atau media pembelajaran. Proses ini menjamin pembelajaran selalu relevan.
  1. Memperbaiki dan Menyesuaikan Pembelajaran
Baca Juga :  Ranah Adalah Istilah Penting dalam Bahasa dan Pendidikan, Ini Penjelasannya!

Formatif adalah instrumen diagnostik yang real-time. Kalau hasil kuis singkat atau diskusi menunjukkan banyak siswa belum paham, guru tak perlu menunggu ujian akhir. Guru dapat langsung melakukan penguatan. Ia bisa mengulang materi dengan cara yang berbeda. Guru jadi tidak hanya sekadar “mengajar”, tetapi benar-benar “memastikan belajar”. Ini menjamin efektivitas kegiatan belajar mengajar.

  1. Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar Individual

Kurikulum Merdeka mengedepankan pembelajaran berdiferensiasi. Artinya, guru harus mengajar sesuai kebutuhan siswa yang beragam. Formatif adalah alat bantu paling efektif untuk ini. Melalui observasi, jurnal refleksi, atau tes lisan singkat (yang termasuk dalam instrumen asesmen formatif), guru dapat mengidentifikasi kesiapan belajar siswa. Dengan data ini, guru bisa memodifikasi pengajaran. Siswa yang cepat tanggap akan mendapat tantangan lebih. Sementara yang masih kesulitan akan mendapat dukungan yang tepat.

Baca Juga :  Market Day di Sekolah: Cara Seru Mengajarkan Anak Berwirausaha
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×