Formatif Adalah Komponen Penting dalam Kurikulum Merdeka — Ini Alasannya!

Ricky R

November 3, 2025

4
Min Read
penjelasan formatif adalah

Implementasi Formatif Adalah Kunci Sukses Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka menuntut guru menjadi fasilitator, bukan sekadar penyampai materi. Di sinilah peran asesmen formatif semakin vital. Komposisi penilaian di Kurikulum Merdeka juga mengutamakan formatif dibandingkan sumatif. Ini menunjukkan pergeseran paradigma pendidikan. Penilaian tidak lagi dijadikan momok, melainkan bagian integral dari proses belajar.

Ragam Bentuk Asesmen Formatif

Formatif adalah proses yang sangat beragam bentuknya. Guru tidak harus selalu mengadakan tes tertulis. Beberapa contoh asesmen formatif yang dapat diterapkan guru antara lain:

  • Observasi: Mengamati aktivitas dan partisipasi siswa dalam diskusi atau kerja kelompok.
  • Proyek atau Penugasan: Tugas-tugas yang menuntut siswa menerapkan pengetahuan, bukan sekadar menghafal.
  • Jurnal Refleksi: Siswa menuliskan pemahaman, kesulitan, dan strategi belajarnya.
  • Pertanyaan Terbuka (Quick Quizz): Pertanyaan yang memicu berpikir kritis. Ini dilakukan secara cepat di tengah pelajaran.
Baca Juga :  Mengapa Kurikulum Perlu Berubah di Era Digital? Simak Penjelasannya

Semua bentuk asesmen formatif ini memberikan gambaran komprehensif. Gambaran ini mengenai perkembangan siswa. Ini berbeda jauh dengan sistem lama yang cenderung mengandalkan hafalan.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×