7 Buah Khas Papua yang Unik, Langka, dan Kaya Manfaat

Ricky R

July 4, 2025

4
Min Read
buah khas Papua, matoa Papua, buah merah Papua, salak Papua, buah langka Indonesia, buah lokal Papua, buah eksotis Papua, kuliner Papua, buah asli Papua

ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 4 Juni 2025. Kalau kamu mengira hanya Raja Ampat dan Danau Sentani yang jadi daya tarik Papua, tunggu sampai kenalan sama buah khas Papua. Buah-buahan dari tanah timur Indonesia ini bukan cuma eksotis, tapi juga menyimpan gizi tinggi dan nilai budaya yang kuat.

Beberapa bahkan nggak ditemukan di daerah lain. Ada yang bentuknya aneh, rasanya nyeleneh, sampai punya khasiat luar biasa buat kesehatan. Penasaran? Yuk, kita bahas satu per satu!

Kenapa Buah Khas Papua Itu Istimewa?

Papua punya hutan hujan tropis yang masih alami. Lingkungan ini bikin tanaman liar tumbuh bebas dan punya karakteristik unik. Buah khas Papua juga tumbuh secara organik tanpa bahan kimia tambahan.

Baca Juga :  AKL Adalah Jurusan Favorit di SMK, Simak Prospek Kerja dan Keunggulannya

Selain itu, banyak di antaranya sudah dikonsumsi turun-temurun oleh masyarakat adat. Jadi, nilai tradisinya juga nggak kalah penting. Dalam riset dari LIPI dan Balitbangtan, beberapa buah lokal Papua juga mengandung antioksidan tinggi, vitamin A, dan zat besi.

1. Buah Matoa: Si Primadona dari Timur

Siapa yang belum dengar matoa? Buah satu ini cukup populer dan sering disebut sebagai buah khas Papua paling terkenal.

Ciri-ciri Buah Matoa:

  • Berbentuk bulat agak lonjong, mirip lengkeng
  • Kulitnya keras berwarna cokelat tua
  • Daging buah kenyal, rasanya manis mirip rambutan dan durian

Matoa biasanya berbuah setahun sekali. Musim panennya sekitar Oktober hingga Desember. Rasanya yang manis dan aroma kuat bikin banyak orang ketagihan.

Baca Juga :  Apa Saja Tugas DPRD Kabupaten Kota? Ini Penjelasan Lengkapnya

2. Buah Merah: Superfood Asli Papua

Kalau bicara soal gizi, buah khas Papua yang satu ini jagonya. Buah merah (Pandanus conoideus) bukan cuma bahan makanan, tapi juga sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×