JEMBER, Pelitaonline.co – Maraknya peristiwa perkelahian siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Jombang maupun Mumbulsari, membuat pendidikan di Kabupaten Jember kembali tercemar.
Bahkan hingga kini Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, terkesan melakukan pembiaran terhadap kasus ini, tentunya hal tersebut menjadi sorotan publik.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Muhammad Hafidi menilai seharusnya, Dispendik segera mengambil tindakan, usai kabar perkelahian yang melibatkan anak didik.
“Kalau Dinas Pendidikan tidak mengambil langkah tegas, kejadian seperti itu akan kembali terulang. Contohnya, di copot Kepala sekolahnya, agar ada terhadap anak didik,” ujarnya saat di konfirmasi di rumahnya Kecamatan Pakusari, Kamis (31/3/2022)
Dari berita yang sudah beredar, kata dia, para Siswa itu juga memakai seragam Sekolah, secara tidak langsung, hal itu menandakan pengawasan guru ke anak didik terkesan lemah.
“Buktinya para siswa masih memakai seragam, kecuali kalau tidak. Jangan jadikan alasan kalau pengawasan guru hanya di Sekolah saja,” tambah pria yang akrab disapa Hafidi ini.
Lebih lanjut, Hafidi menjelaskan bahwa seorang guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, sehingga harus memberikan contoh yang baik, bagi Siswa maupun masyarakat.
“Jadi tanggungjawabnya besar, Nggak bisa!!. jadi Dinas pendidikan harus mengkaji dari beberapa kejadian itu,” tambahnya
Oleh karenanya, Ketua komisi D ini akan memanggil Dinas Pendidikan Jember, untuk mengevalusi pengawasan kepada Sekolah , agar perkelahian para Siswa tidak kembali terjadi lagi.
“Semua harus kita cek bareng, kita lihat bareng, dimana letak kesalahannya,” tegas Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (Awi/Yud)








