Bupati Hendy Lambat Tingkatkan Pendidikan, Jember Krisis Guru

Ricky R

March 24, 2022

2
Min Read
pengangkatan Guru P3K di alun-alun Jember (foto: Istimewa)

JEMBER, Pelitaonline.co – Kabupaten Jember harus terus bakal terancam mengalami krisis pendidikan, tentunya kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) untuk 2,4 juta jiwa akan semakin semakin menurun.

Bahkan, untuk tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD) Jember masih kekurangan 5000 guru, tentunya itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.

“Kekurangan sekitar 5.000 guru yang dibutuhkan untuk bertugas mengajar di tingkat pendidikan dasar bagi kabupaten berpenduduk 2,4 juta jiwa ini,” ujar Bupati Jember Hendy Siswanto saat menyerahkan surat keputusan pengangkatan Guru P3K  di alun-alun, Kamis ( 24 /3/2022)

Menurutnya, saat ini Pemkab Jember baru mengangkat 1.353 orang sebagai guru yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K), untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara profesional.

Baca Juga :  Polisi Jember Ciduk Belasan Motor Knalpot Brong

“Tanggung jawab guru sekarang ini memang berat apa lagi kondisi pandemi Covid-19 sebelumya anak-anak didik belajar secara daring dari rumahnya. Namun, karena Jember masuk level dua, sebagian anak didik sudah masuk. Jadi, mereka meraih kembali, anak-anak kita yang sudah lama tidak belajar tatap muka,” ujar Hendy.

Sayangnya ketika Jember kekurangan guru  5.000 orang, kata Hendy, kuota yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Jember hanya 3.671 orang dalam seleksi P3K.

Sementata itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jember Sukowinarno menyampaikan, para guru yang baru menyandang status P3K tersebut mulai bertugas per tanggal 1 April 2022.dengan tugas  mengajar paling sedikit 24 jam pelajaran dalam seminggu.

Baca Juga :  Heboh Penemuan Makam Nabi Zulkifli di Tembok Cina, Fakta atau Hoax?

“Kalau guru kelas yang di sekolah dasar mungkin bisa lebih. Tapi, gaji P3K lumayan sekitar Rp2,9 juta per bulan dan hak-hak lainnya seperti asuransi tenaga kerja ada juga,” jelasnya

Lebih lanjut, kata Suko, mengenai rekrutmen tahap ketiga guru P3K, Jember hanya untuk  1.455 orang sebagai pemenuhan atas sisa formasi , sedangkan jadwal seleksinya masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat. .

“Pelaksanaan rekrutmen tahap tiga masihkah menunggu kebijakan pemerintah pusat. Sedangkan, Bapak Bupati sudah berkirim surat agar pemerintah bisa mengakomodir kebutuhan Jember,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Edi Cahyo Purnomo mengingatkan supaya Pemkab segera melakukan perekrutan dan melantik guru P3K tahap selanjutnya, supaya para siswa tidak  sengsara.

Baca Juga :  Pantai Papuma Kembali Dibuka, Tawarkan Lanskap Keindahan Alam

“Jangan sampai ada kekurangan guru, biar bagaimana pun siswa harus diperhatikan, dengan melantik untuk tahap 2 dan segera merekrut untuk tahap 3, jangan sampai ada kekosongan,” terangnya.

Sekedar informasi, Pemkab Jember telah melakukan dua kali seleksi yang totalnya diperoleh sebanyak 2.216 orang rekrutan. sementara ini hanya rekrutan  pertama sebanyak 1.353 orang yang tuntas mendapat nomor induk kepegawaian (NIK) .

Sedangkan, untuk tahap seleksi tahap 2 baru 853 orang yang lolos, dan kini masih tinggal menunggu NIK terbit. (Awi/Yud)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×