JEMBER, Pelitaonline.co – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas yang hendak menertibkan pengeras suara yang kemudian menyamakan suara Toa dengan anjing, kini jadi bola informasi liar di berbagai daerah.
Bahkan, Lembaga Basul Masail Pimpinan Cabang Nahdlotul Ulama (LBM PCNU) Jember , menggelar kajian khusus, untuk menelaah pernyataan Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu.
Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PCNU Jember Asep Jamaluddin Az Zahid menjelaskan bahwa dari semua pernyataan yang dilontarkan Menag RI, terkait persamaan Toa dan Anjing tidak nyambung dan kurang ada kedekatan.
“Tidak ada munasabahnya, bahkan dalam hukum fikih siapapun yang menghina suara adzan, hukumnya seseorang itu kafir, kecuali dalam keadaan Tasbih (Persamaan satu hal dengan hal yang lainnya),” ujarnya saat di konfirmasi melalui saluran telepon, Selasa (1/3/2022)
Menurutnya, ketika ditinjau dari Balaghohnya, pernyataan Gus Yaqut itu juga tidak ada unsur Tasbihnya. Itu setelah diamati dari Vidio yang berdurasi 2 menit lebih 50 detik, yang tersebar di Media Sosial.
“Jadi Gus Yaqut bukan sedang menyamakan suara Adzan dengan suara Anjing. Tetapi konteksnya, Gus Yaqut sedang mencontohkan jenis-jenis suara , yang menimbulkan kegaduhan,” tambah Asep
Asep menjelaskan bahwa memang dalam vidio pendek yang hanya 30 detik itu, kesannya Kemenag sedang menyamakan suara adzan dengan Anjing, Sehingga hal tersebut membunuh karakter Gus Yaqut.
“Tidak akan mungkin, Gus Yaqut yang berlatar belakang Pesantren akan menistakan agamanya sendiri dengan menyamakan suara Adzan dengan suara Anjing,” katanya
Oleh karena itu, Asep juga menduga bahwa sepertinya Vidio yang meviralkan pernyataan Menag ini, kemungkinan besar bagian dari tafsir dari penyataan Gus Yaqut.
“Yang kemudian berujung pelaporan oleh salah satu oknum, lalu ditolak oleh Mabes Polri,” katanya
Maka dari itu, Asep menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya begitu saja, dengan konten yang sedang viral di media sosial, sebelum melakukan konfirmasi.
“Kita harus mencari perbandingan, vidio pendek dan juga vidio panjangnya, kemudian kita melakukan Tabayun.” Tandasnya. (Awi/Yud)








