Tier Adalah Kategori Penyimpanan Data (Storage Tiering)
Dalam area manajemen data, konsep storage tiering adalah pengelompokan media penyimpanan yang terorganisir. Pengelompokan ini didasarkan pada dua kriteria utama, yaitu kecepatan akses dan biaya. Tujuannya adalah untuk mencapai optimasi biaya dan performa. Data yang sering digunakan (hot data) ditempatkan di tier paling cepat. Sementara data arsip (cold data) diletakkan di tier yang lebih lambat dan jauh lebih murah.
Contoh tingkatan tier storage yang umum meliputi:
- Tier 1 (Performance Tier): Biasanya menggunakan Solid State Drives (SSD) yang menawarkan kecepatan ekstrem. Ini sangat ideal untuk aplikasi penting dan transaksi yang memerlukan respons real-time.
- Tier 2 (Capacity Tier): Umumnya menggunakan Hard Disk Drives (HDD) dengan kapasitas penyimpanan yang tinggi. Ini digunakan untuk menampung data yang frekuensi aksesnya kurang sering.
- Tier 3 (Archive Tier): Sering kali menggunakan pita magnetik atau layanan cloud storage berbiaya paling rendah. Tingkatan ini adalah tempat untuk data yang jarang dibuka dan wajib disimpan dalam jangka waktu yang sangat lama.
Melalui strategi tier yang terencana, perusahaan dapat menghemat biaya operasional secara signifikan. Di sisi lain, mereka juga memastikan bahwa data-data penting selalu tersedia dengan cepat. Ini telah menjadi praktek standar dan esensial dalam infrastruktur IT modern.








