ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 19 Juli 2025. Siapa yang tak kenal Said Didu? Nama ini sering muncul di jagat media sosial, terutama di platform X, sebagai sosok yang tak ragu mengkritik kebijakan pemerintah. Said Didu adalah mantan pejabat tinggi yang kini dikenal sebagai pengamat politik dan sosial yang vokal. Dengan gaya bicara lugas dan berani, ia berhasil menarik perhatian publik, baik pendukung maupun penentang.
Awal Karier: Dari Birokrat ke Kritikus
Said Didu adalah figur yang tak asing di dunia birokrasi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2005-2014. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai pejabat yang berdedikasi, fokus pada reformasi BUMN.
Namun, perjalanan kariernya tak selalu mulus. Pada 2019, Said Didu memilih mundur dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) setelah 32 tahun mengabdi sebagai PNS. Alasannya? Ia ingin leluasa mengkritik pemerintah tanpa terikat aturan birokrasi.
Keputusan ini menjadi titik balik. Said Didu adalah sosok yang memilih jalan berbeda, meninggalkan zona nyaman demi menyuarakan pandangannya. Ia mulai aktif di media sosial, terutama X, untuk mengomentari isu-isu seperti korupsi, kebijakan ekonomi, hingga ketimpangan sosial. Gaya komunikasinya yang tajam namun mudah dipahami membuatnya cepat dikenal publik.
Mengapa Said Didu Kontroversial?
Said Didu adalah tokoh yang sering memicu pro dan kontra. Bagi pendukungnya, ia dianggap pahlawan yang berani menyingkap kebobrokan sistem. Namun, bagi penentang, ia kerap dicap terlalu kritis atau bahkan memiliki agenda pribadi. Di X, misalnya, ada yang memuji kecerdasannya dalam menganalisis isu negara, sementara yang lain menudingnya menyimpan dendam karena dipecat dari posisi penting.








