Roti yang Tidak Halal, Apa Saja yang Harus Diwaspadai?

Ricky R

July 19, 2025

5
Min Read
roti tidak halal, makanan halal, sertifikasi halal, bahan roti, lemak babi, gelatin non-halal, roti impor, konsumen Muslim, MUI, Roti yang Tidak Halal

ENSIKLOPEDIA  – JAKARTA, 19 Juli 2025. Roti adalah makanan favorit banyak orang. Dari roti tawar hingga croissant, rasanya sulit menolak kelezatan roti yang baru dipanggang. Namun, tahukah kamu bahwa ada roti yang tidak halal? Bagi umat Muslim, memastikan kehalalan makanan adalah prioritas.

Artikel ini akan membahas apa saja yang membuat roti tidak halal, bahan-bahan yang perlu diwaspadai, dan tips memilih roti yang aman. Yuk, simak informasinya!

Mengapa Roti Bisa Tidak Halal?

Roti tampak sederhana, tapi proses pembuatannya bisa melibatkan bahan atau metode yang membuatnya roti yang tidak halal. Menurut data dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) pada 2024, banyak produk roti di pasaran masih belum tersertifikasi halal. Faktor utama yang membuat roti tidak halal biasanya adalah bahan baku atau proses pengolahannya. Apa saja penyebabnya?

  • Bahan non-halal: Beberapa roti menggunakan lemak babi (lard) atau gelatin dari sumber non-halal.
  • Alkohol: Roti tertentu, seperti brioche, mungkin menggunakan ekstrak vanila dengan kandungan alkohol.
  • Kontaminasi silang: Roti diproduksi di fasilitas yang juga mengolah produk haram, sehingga berisiko terkontaminasi.
Baca Juga :  Jurusan SMA Apa Saja yang Paling Banyak Diminati? Cek Daftarnya di Sini!

Karena itu, penting untuk selalu memeriksa label kemasan atau bertanya langsung ke produsen.

Bahan-Bahan dalam Roti yang Tidak Halal

Tidak semua roti aman dikonsumsi umat Muslim. Beberapa bahan yang sering digunakan dalam pembuatan roti ternyata bisa membuatnya jadi roti yang tidak halal. Berdasarkan laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2025, berikut adalah bahan yang perlu kamu waspadai:

  • Lemak babi (lard): Biasa digunakan untuk tekstur lembut pada roti atau kue kering. Lard sering ditemukan di roti impor atau produk artisan tanpa sertifikasi halal.
  • Gelatin: Digunakan pada roti manis atau lapisan glaze. Gelatin dari babi sering jadi pilihan karena lebih murah.
  • Emulsifier: Bahan seperti mono dan digliserida bisa berasal dari lemak hewani non-halal jika tidak disebutkan sumbernya.
  • Enzim: Beberapa enzim, seperti lipase, bisa berasal dari pankreas babi.
  • Alkohol: Ekstrak vanila atau perisa tertentu mungkin mengandung alkohol, yang dilarang dalam makanan halal.
Baca Juga :  MUI Jember Ingatkan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Tetap Patuhi Prokes

Jadi, selalu cek komposisi di kemasan. Jika ragu, hubungi produsen atau pilih roti dengan sertifikasi halal dari MUI.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×