JEMBER – PT Nankai Indonesia, perusahaan industri kayu asal Jepang, resmi membuka pabrik baru di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ekspansi ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kayu sengon di pasar Jepang sekaligus memperluas jangkauan ke Eropa dan Amerika.
Peresmian pabrik tersebut dihadiri langsung oleh Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Jupriono, pada Rabu (24/9/2025). Ia menyebut kehadiran perusahaan asal Jepang ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dari sisi lapangan kerja.
“Ini peresmian PT Nankai yang ketiga di Jawa Timur, setelah Gresik dan Lumajang. Kehadiran perusahaan asal Jepang ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran di Kabupaten Jember,” ujar Jupriono, Kamis (25/9/2025)
Menurutnya, PT Nankai Indonesia saat ini sudah mempekerjakan sekitar 100 orang di tahap awal produksi yang baru berjalan 30 persen dari kapasitas penuh. Mayoritas tenaga kerja yang terserap berasal dari warga sekitar lokasi pabrik.
“Kalau kapasitas pabrik sudah penuh, karyawan yang terserap bisa mencapai sekitar 250 orang, 99 persen di antaranya warga lokal,” jelasnya.
Jupriono juga mengungkapkan nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Jember per September 2025 telah mencapai Rp 2 triliun. Dengan beroperasinya PT Nankai, jumlah investasi dipastikan akan meningkat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kata dia, siap mendukung penuh agar iklim usaha di daerah tetap kondusif.
“Ke depan Jember harus ramah investasi. Jika ada kendala, Pemkab siap memberikan dukungan penuh agar proses produksi berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, CEO PT Nankai Indonesia, Toru Maruyama, menilai Kabupaten Jember memiliki potensi kayu sengon yang sangat besar di Jawa Timur. Jenis kayu ini dianggap cocok untuk memenuhi kebutuhan industri furnitur global karena ringan dan mudah diproduksi.
“Sengon Jember sangat baik untuk interior perumahan karena ringan dan mudah diproduksi. Di Jepang, sengon menjadi bahan penting untuk produk interior rumah tangga,” jelas Toru.
Ia menambahkan, meski pasar utama masih di Jepang, pihaknya juga membidik konsumen di Eropa dan Amerika. Diversifikasi pasar ini dilakukan karena permintaan kayu di Jepang cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir.
“Karena pasar Jepang relatif stabil, kami juga mengembangkan target market di Eropa dan Amerika. Itu sebabnya bahan baku kayu sengon sangat kami butuhkan,” tegas Toru.
Dengan keberadaan pabrik baru ini, Jember diharapkan tidak hanya menjadi daerah penghasil sengon, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang kerja baru.








