Planogram Adalah Strategi Pentarung Jitu di Medan Retail

Ricky R

November 25, 2025

4
Min Read
pengertian planogram adalah

Data Mendukung: Bukti Nyata Efektivitas Planogram

Laporan terbaru dari berbagai konsultan retail menunjukkan tren yang jelas. Toko yang menggunakan perangkat lunak planogram mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata, peningkatan penjualan bisa mencapai 5% hingga 15% untuk kategori produk yang dioptimalkan. Sebuah studi yang diterbitkan oleh The Journal of Retailing and Consumer Services pada tahun 2023 menyoroti hal ini.

Lebih lanjut, pengelolaan stok menjadi lebih efisien. Ketika setiap produk memiliki lokasi pasti, waktu yang dihabiskan karyawan untuk restocking berkurang drastis. Tingkat out-of-stock (OOS) atau kehabisan stok juga menurun. Menariknya, OOS diperkirakan merugikan industri retail global hingga triliunan rupiah setiap tahunnya. Oleh karena itu, investasi dalam membuat planogram adalah investasi yang sangat menguntungkan.

Baca Juga :  Out of Stock Artinya Apa? Ini Penjelasan Lengkap dan Contohnya

Begini Cara Kerja Planogram dalam Meningkatkan Penjualan

Lalu, bagaimana sebenarnya planogram bekerja secara operasional? Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahapan kritis. Semua tahapan ini harus dilakukan secara sistematis.

  1. Analisis Data Penjualan (Velocity): Langkah pertama adalah menentukan seberapa cepat produk tertentu terjual. Produk dengan sales velocity tinggi akan mendapat ruang rak yang lebih besar. Mereka juga biasanya diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau (prime placement).
  2. Penentuan Posisi (Placement Strategy): Prinsip umum dalam planogram adalah “tingkat mata adalah tingkat beli”. Produk dengan margin keuntungan tinggi sering ditempatkan setinggi mata. Produk yang ditujukan untuk anak-anak diletakkan di rak bawah. Ini adalah contoh bagaimana psikologi visual diterapkan.
  3. Pengelompokan Kategori (Adjacencies): Produk-produk yang saling melengkapi ditempatkan berdekatan. Misalnya, sikat gigi dan pasta gigi harus berdampingan. Keju sering diletakkan di dekat cracker. Strategi cross-merchandising ini sangat efektif. Tujuannya adalah mendorong pembelian pelengkap.
  4. Alokasi Ruang (Space Allocation): Perangkat lunak planogram canggih menghitung ruang yang optimal. Ini berdasarkan pada proporsi kontribusi penjualan produk tersebut. Produk yang menyumbang 10% dari penjualan kategori idealnya mendapat sekitar 10% dari ruang rak. Dengan demikian, planogram adalah alat untuk memastikan penggunaan ruang yang adil dan efisien.
  5. Visualisasi dan Implementasi: Hasil akhirnya adalah diagram visual yang detail. Diagram ini menunjukkan jumlah facing (jumlah produk yang menghadap ke depan) dan lokasi persis setiap Stock Keeping Unit (SKU). Tim toko kemudian menggunakan diagram ini untuk menata rak. Mereka menjadikannya sebagai panduan yang harus diikuti dengan ketat.
Baca Juga :  Memahami Pengertian Diakonia sebagai Wujud Nyata Pelayanan Gereja

Mengabaikan panduan ini dapat merusak seluruh upaya merchandising. Itulah mengapa kepatuhan terhadap planogram adalah kunci.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×