BerandaBerita TerkiniMemaksa Siswa Berjilbab, Merampas...

Memaksa Siswa Berjilbab, Merampas HAM

Date:

Memaksa Siswa Berjilbab, Merampas Ham
Foto: Nawawi

Jember,Pelitaonline.co- Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember berharap semua sekolah di kabupaten ini tidak memaksa siswanya berjilbab. Sebab hal tersebut, terkesan merampas Hak Asasi Manusia (Ham)

“Tidak setuju saya, jika sekolah memaksakan siswanya memakai jilbab, menghimbau dan menyarankan boleh.” Ujar Dhebora KS Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dispendik Jember Saat ditemu diruangannya, Rabu (27/1/2021)

Wanita yang akrap disapa Dewi ini mengatakan, bahwa meskipun keharusan memakai jilbab telah ada sejak lama di sekolah, tetap saja kita harus tetap menghargai keinginan siswa.

“Meskipun sekolah telah membuat peraturan itu (Wajib Pakai Jilbab), tetap hal itu tidak memaksakan, karena kita harus menghargai hak asasi manusia dan tetap budaya Indonesia” Tegasnya.

Baca Juga :  Tolak Wacana Perpanjangan Pemilu dan tiga Periode Jabatan Presiden, Ratusan Mahasiswa di Jember Demo

Dewi juga mengatakan bahwa sejauh ini sekolah non-muslim, masih memperbolehkan siswinya memakai jilbab. Sebab, kata dia, mereka menghargai perbedaan agama.

“Disekolah Katolik? mana ada yang melarang siswanya yang muslim memakai jilbab, melarang anak didiknya sholat. Ngak ada. Di sekolah Hindu di bali tidak melarang anak didiknya yang kristen beribadah, juga nggak ada. Karena keyakinan seseorang itu hak asasi manusia dan hak anak,” Terangnya.

Bahkan, Sekolah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) seharusnya juga tidak boleh memaksa siswinya berjilbab. Namun, cukup memberikan himbauan.

“Termasuk MI dan MTs yang berada dibawah Kemenag, harusnya tidak juga memaksa harus berjilbab, tetapi yang saya tahu memberikan anjuran ataupun himbauan saja,” katanya

Baca Juga :  Pelabuhan Jangkar Situbondo Akan Segera Dioperasikan, Tapi Tunggu SK Turun

Oleh karena itu, Dewi berharap semua sekolah di Kabupaten Jember untuk lebih menyesuaikan kondisi budaya setempat. Selain itu, lanjutnya, juga menghargai perbedaan.

“Saya harap sekolah di Jember bisa memahami perbedaan budaya dan menghargainya. karena dasar pendidikan kita adalah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” Tandasnya (Awi/Yud)

Dapatkan Berita Terbaru: Saluran WA

Temukan Berita Terbaru: Google News

Ricky R
Ricky Rhttps://Pelitaonline.co
KONTRIBUTOR PELITA ONLINE | Media Berita Online Terpercaya. Ricky R Berkontribusi dalam Reportase Kategori berita Olahraga, Hiburan, Ekonomi Bisnis, Ensiklopedia, Teknologi, dan Wawasan Informasi Beragam lainnya.

Baca Selengkapnya

Misteri Anak Rahasia Freddie Mercury Terungkap Lewat Biografi Baru

HIBURAN - Dunia musik kembali diguncang kabar mengejutkan tentang Freddie Mercury, vokalis legendaris Queen, setelah hampir lima dekade...

Perpisahan Emosional Ancelotti & Modric, Akhiri Era Keemasan Real Madrid

BOLA - Santiago Bernabeu kembali menjadi saksi sejarah pada Sabtu malam, 24 Mei 2025. Dua ikon abadi Real...

Arkeolog Temukan Makam Berusia 5.000 Tahun di Wangzhuang, Diduga Gerbang Kerajaan Prasejarah Tertua di Tiongkok

ENSIKLOPEDIA - Yongcheng, Henan — Tim arkeolog gabungan dari Institut Warisan Budaya dan Arkeologi Provinsi Henan bersama Universitas...

Nvidia Luncurkan Chip AI Blackwell Versi Murah untuk Pasar China, Ini Dampaknya!

BISNIS - Jakarta, 25 Mei 2025 – Nvidia kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan peluncuran chip AI berbasis arsitektur...

 

×