Latar belakang Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek hingga Menteri yang Mengguncang Pendidikan Indonesia

Ricky R

June 28, 2025

5
Min Read
Latar Belakang Nadiem Makarim, Gojek, Merdeka Belajar, Mendikbudristek, pendidikan Indonesia, Chromebook, inovasi teknologi, startup Indonesia, Kurikulum Merdeka

Perjalanan Karier: Dari Konsultan hingga Pendiri Gojek

Sebelum menjadi sorotan publik, latar belakang Nadiem Makarim di dunia profesional dimulai sebagai konsultan di McKinsey & Company selama tiga tahun. Di sini, ia mengasah kemampuan analisis dan strategi bisnis. Namun, jiwa wirausahanya mendorongnya keluar dari zona nyaman. Pada 2011, ia menjadi co-founder dan Managing Director Zalora Indonesia, platform e-commerce fashion. Tak lama kemudian, ia menjabat sebagai Chief Innovation Officer di Kartuku, perusahaan solusi pembayaran nontunai.

Puncak karier bisnisnya adalah mendirikan Gojek pada 2010. Latar belakang Nadiem Makarim sebagai pengguna ojek di Jakarta menginspirasinya menciptakan solusi transportasi berbasis teknologi. Awalnya, Gojek hanya call center dengan 20 pengemudi. Namun, dengan inovasi dan pendanaan dari investor seperti Google dan Tencent, Gojek menjadi decacorn senilai US$10 miliar pada 2019. Aplikasi ini kini menawarkan lebih dari 20 layanan, mulai dari GoRide hingga GoPay, mengubah hidup jutaan orang di Asia Tenggara.

  • Inovasi Gojek: Mengatasi masalah kemacetan Jakarta dengan transportasi cepat.
  • Dampak Sosial: Meningkatkan pendapatan pengemudi ojek hingga 45% setelah bergabung.
  • Penghargaan: Nadiem menerima The Straits Times Asian of the Year pada 2016.
Baca Juga :  Peran dan Fungsi Kurikulum: Kunci Keberhasilan Pembelajaran di Sekolah

Langkah Berani ke Dunia Politik

Oktober 2019 menjadi titik balik dalam latar belakang Nadiem Makarim. Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Mendikbud, sebuah keputusan yang mengejutkan karena ia tak memiliki pengalaman formal di bidang pendidikan. Nadiem mengundurkan diri dari Gojek dan memulai babak baru. Dengan gaya santai, ia meminta dipanggil “Mas Nadiem” alih-alih “Pak Menteri,” mencerminkan karakternya yang merakyat.

Sebagai Mendikbudristek, ia meluncurkan program “Merdeka Belajar.” Program ini mereformasi pendidikan dengan menghapus Ujian Nasional, memperkenalkan Kurikulum Merdeka, dan mendorong pembelajaran berbasis teknologi. Meski menuai pujian, kebijakannya juga mendapat kritik, termasuk dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada 2024, yang menyebut Merdeka Belajar belum sepenuhnya efektif.

Baca Juga :  Genduren Adalah Apa? Ini Arti, Asal Usul, dan Filosofi Tradisi Jawa

Kontroversi Pengadaan Laptop Chromebook

Pada 2025, latar belakang Nadiem Makarim kembali menjadi sorotan karena kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun selama masa jabatannya (2019-2022). Kejaksaan Agung memeriksanya selama 12 jam pada 23 Juni 2025.

Nadiem membantah tuduhan korupsi, menjelaskan bahwa pengadaan 1,1 juta laptop untuk 77.000 sekolah dilakukan transparan dan hanya untuk sekolah dengan akses internet. Meski kooperatif, ia dicegah bepergian ke luar negeri untuk memperlancar penyidikan.

  • Fakta Kasus: 97% laptop terdistribusi, 82% digunakan untuk pembelajaran.
  • Pernyataan Nadiem: “Saya akan terus kooperatif untuk menjernihkan masalah ini.”

Kontroversi ini memicu debat publik. Banyak yang mendukung Nadiem karena rekam jejaknya sebagai inovator, namun sebagian mempertanyakan pengawasan anggaran di bawah kepemimpinannya.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa UIN Khas Jember Gelar Aksi Tuntut Keringanan UKT
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×