Hukum Suami Menolak Ajakan Istri: Perspektif Agama dan Psikologi

Ricky R

July 25, 2025

5
Min Read
Apa Hukum Suami Menolak Ajakan Istri

ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 25 Juli 2025. Pernikahan adalah ikatan suci yang penuh dinamika. Salah satu isu yang kerap muncul adalah ketika suami menolak ajakan istri untuk berhubungan intim. Topik ini sering jadi perbincangan hangat di media sosial, termasuk di platform X, karena menyangkut keharmonisan rumah tangga.

Apa sebenarnya hukum suami menolak ajakan istri menurut agama, khususnya Islam, dan bagaimana pandangan psikologi terhadap fenomena ini?

Hukum Suami Menolak Ajakan Istri dalam Islam

Dalam ajaran Islam, hubungan suami-istri dianggap ibadah. Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 223, menyebutkan bahwa istri adalah “ladang” bagi suami, menggambarkan hubungan intim sebagai bagian alami dari pernikahan. Namun, bagaimana jika suami menolak ajakan istri? Menurut ulama seperti Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, suami tidak wajib memenuhi ajakan istri setiap saat, tapi dianjurkan untuk menjaga keharmonisan.

Baca Juga :  Apa Sebenarnya Redundansi adalah dan Mengapa Itu Penting?

Meski begitu, penolakan yang berulang tanpa alasan syar’i bisa berdampak buruk. Hukum suami menolak ajakan istri tidak diatur secara eksplisit dalam Al-Qur’an atau hadis, tapi ada prinsip umum: suami harus memenuhi kebutuhan biologis istri sebagaimana istri wajib melayani suami.

Dalam kitab Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq menekankan bahwa menjaga kebutuhan pasangan adalah bagian dari muamalah yang baik. Jadi, penolakan yang wajar karena lelah atau sakit masih diperbolehkan, tapi kalau jadi kebiasaan, bisa menimbulkan masalah serius.

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×