Implementasi Formatif Adalah Kunci Sukses Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka menuntut guru menjadi fasilitator, bukan sekadar penyampai materi. Di sinilah peran asesmen formatif semakin vital. Komposisi penilaian di Kurikulum Merdeka juga mengutamakan formatif dibandingkan sumatif. Ini menunjukkan pergeseran paradigma pendidikan. Penilaian tidak lagi dijadikan momok, melainkan bagian integral dari proses belajar.
Ragam Bentuk Asesmen Formatif
Formatif adalah proses yang sangat beragam bentuknya. Guru tidak harus selalu mengadakan tes tertulis. Beberapa contoh asesmen formatif yang dapat diterapkan guru antara lain:
- Observasi: Mengamati aktivitas dan partisipasi siswa dalam diskusi atau kerja kelompok.
- Proyek atau Penugasan: Tugas-tugas yang menuntut siswa menerapkan pengetahuan, bukan sekadar menghafal.
- Jurnal Refleksi: Siswa menuliskan pemahaman, kesulitan, dan strategi belajarnya.
- Pertanyaan Terbuka (Quick Quizz): Pertanyaan yang memicu berpikir kritis. Ini dilakukan secara cepat di tengah pelajaran.
Semua bentuk asesmen formatif ini memberikan gambaran komprehensif. Gambaran ini mengenai perkembangan siswa. Ini berbeda jauh dengan sistem lama yang cenderung mengandalkan hafalan.








