Cara Membuat Footer yang Optimal
Membuat footer yang efektif tidaklah rumit. Jika Anda menggunakan Content Management System (CMS) seperti WordPress, Anda bisa menggunakan widget atau theme customizer.
Berikut langkah-langkah praktisnya:
- Rencanakan Struktur Kolom: Tentukan berapa banyak kelompok informasi yang Anda miliki. Misalnya, Navigasi Perusahaan, Layanan, dan Kontak/Hukum. Idealnya, gunakan 3 hingga 5 kolom.
- Prioritaskan Tautan: Masukkan tautan ke halaman yang paling penting atau paling sering dicari pengguna. Ingat, footer adalah tempat untuk menampung tautan sekunder yang tidak muat di menu utama.
- Desain Responsif: Pastikan footer tampil dengan baik di perangkat seluler. Di layar kecil, kolom-kolom harus menumpuk secara vertikal agar tetap mudah dibaca dan di-tap.
- Kontras yang Jelas: Gunakan skema warna yang memiliki kontras kuat dengan background situs anda. Misalnya, teks putih di latar belakang gelap. Kontras yang baik membantu keterbacaan.
- Jaga Kerapian: Hindari menjejalkan terlalu banyak tautan. Setiap footer harus terlihat bersih dan terorganisir. Terlalu banyak tautan akan membuat pengguna kewalahan.
Ingat, setiap footer merupakan representasi terakhir dari brand anda di halaman tersebut. Sebuah footer yang didesain dengan baik tidak hanya informatif, tetapi juga profesional. Oleh karena itu, jangan pernah anggap remeh desain dan konten di bagian ini.
Dengan memahami bahwa footer adalah bagian integral dari strategi digital anda, anda dapat mengubah area yang tadinya dianggap sisa menjadi real estate digital yang sangat berharga. Memaksimalkan footer berarti memaksimalkan peluang konversi dan retensi pengguna anda.








