Jenis dan Ragam Gaya Penyajian
Para ahli sinema membagi genre ini ke dalam beberapa model atau modus presentasi yang berbeda. Memahami model-model ini akan membantu Anda mengidentifikasi apa itu dokumenter saat menontonnya di layar kaca. Modus pertama adalah tipe ekspositori yang paling sering kita jumpai dalam tayangan edukasi sejarah atau alam. Tipe ini biasanya mengandalkan suara narator yang berwibawa sebagai pemandu utama penonton.
Modus kedua adalah tipe observasional yang membiarkan kamera merekam peristiwa secara alami tanpa intervensi. Pembuat film bertindak seperti lalat di dinding yang tidak ikut campur dalam kejadian tersebut. Sebaliknya, tipe partisipatori justru melibatkan interaksi aktif antara sutradara dengan subjek yang sedang difilmkan. Sutradara sering kali muncul di depan kamera dan mengajukan pertanyaan langsung.
Selanjutnya, terdapat tipe performatif yang menekankan pada pengalaman emosional subjektif dari pembuat film itu sendiri. Ada juga tipe refleksif yang secara sadar menunjukkan proses pembuatan film kepada para penontonnya. Terakhir, tipe puitis lebih fokus pada estetika visual dan suasana hati daripada menyampaikan informasi faktual secara kronologis.
Perbedaan Mendasar dengan Film Fiksi
Banyak orang masih bingung membedakan antara sinema fiksi yang diangkat dari kisah nyata dengan apa itu dokumenter yang sebenarnya. Perbedaan paling mencolok terletak pada aspek naskah dan aktor yang terlibat. Sinema fiksi menggunakan aktor profesional untuk memerankan tokoh tertentu berdasarkan skenario yang telah ditulis sebelumnya. Seluruh adegan, dialog, dan pencahayaan diatur secara ketat oleh kru di dalam studio.
Sementara itu, sinema nonfiksi menampilkan orang-orang asli yang menjalani kehidupan nyata mereka sendiri tanpa kepura-puraan. Tidak ada latihan dialog atau pengulangan adegan demi estetika semata. Kamera hanya menangkap reaksi spontan yang terjadi di lapangan secara apa adanya. Ruang lingkup ceritanya pun dibatasi oleh realitas empiris yang bisa dibuktikan kebenarannya.
Aspek tujuan pembuatan juga menjadi pembeda yang sangat signifikan antara kedua genre besar ini. Film fiksi umumnya diproduksi untuk tujuan hiburan komersial dan eskapisme penonton dari realitas dunia. Di sisi lain, esensi dari apa itu dokumenter adalah untuk mengedukasi, menggugah kesadaran, atau memicu perubahan sosial di masyarakat.
Berikut adalah ringkasan perbedaan utama antara kedua genre tersebut:
- Sumber Cerita: Fiksi berasal dari imajinasi, sedangkan nonfiksi berasal dari peristiwa empiris.
- Pemeran: Fiksi menggunakan aktor, sedangkan nonfiksi melibatkan subjek asli.
- Proses Syuting: Fiksi sangat terkontrol, sedangkan nonfiksi sangat adaptif terhadap situasi lapangan.
- Target Utama: Fiksi mengejar dramatisasi, sedangkan nonfiksi mengutamakan keaslian informasi.








