Bakorwil V Jatim Gelar Sosialisasi Penerapan Pola Integrasi Ternak Domba – Kopi : Limbah Kulit Kopi Jadi Solusi Pakan Ternak di Jember

Lukman Hakim

July 16, 2026

3
Min Read

Pelitaonline.coJEMBER – 16 Juli 2026.
Bakorwil V Jawa Timur menggelar sosialisasi penerapan pola integrasi domba-kopi dengan tema “Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pakan Ternak Alternatif”. Kegaiatan sosialisasi ini diselenggarakan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Bakorwil V Jawa Timur di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember pada Rabu (15/7/2026).

Kabid Pembangunan Ekonomi Bakorwil V Jatim Di Jember, Choirul Anwar,S.H.MH.

Kabid Pembangunan Ekonomi Bakorwil V Jatim di Jember, Choirul Anwar,S.H.MH. menjelaskan bahwa sekitar 48% wilayah Bakorwil V merupakan kawasan perhutanan yang menjadi sentra komoditas kopi. Pada tahun 2026, produksi kopi Jember tercatat mencapai 4.700,4 ton dari lahan seluas 6.119 hektare yang tersebar di 17 kecamatan. Melalui teknologi pengolahan seperti fermentasi atau silase, limbah kulit kopi yang melimpah ini dapat disulap menjadi pakan bernilai tambah, sekaligus mendukung pertanian terpadu berkelanjutan. Kalau edukasi di Jember ini berhasil nantinya kita kembangkan ke 7 kabupaten/kota diwilayah kerja Bakorwil V Jember, ungkap Choirul Anwar.

Baca Juga :  Kemendes PDTT Bakal Reformasi Manajemen Data Desa
drh.Sugiyarto,S.KH. M.Si Kepala DKPPP Jember saat membuka sosialisasi pemanfaatan limbah kulit kopi di UPT Peternakan Dinas Peternakan Bakorwil V Jatim, Silo, 15/07/2026.

drh.Sugiyarto,S.KH. M.Si Kadis Ketahanan Pangan Peternakan dan Perikanan Jember dalam sambutannya menyampaikan dibawah kepemimpinan Gus Bupati Fawait mencoba mengurai tempat-tempat kemiskinan dipinggiran hutan supaya teratasi diantaranya dengan adanya perhutanan sosial yang kelompoknya sudah ber-SK. Alhamdulillah di Jember tangal 9 Juli 2026 sudah mempunyai master plan integrated area development (IAD) yang ditandatangani Pemkab Jember bersama Kementerian Kehutanan.

Master plan ini untuk mengembangkan wilayah perhutanan sosial yang terintegrasi dengan perikanan, perkebunan, pertanian, peternakan dan industri karena selama ini petani selalu bingung kalau musim panen bareng harga turun yang menang tengkulak. Makanya IAD dirancang untuk terintegrasi dengan lintas dinas seperti ketika panen koperasi bisa menyerap hasil panen kopi petani, kalau padi aman sudah ada Bulog, terang Sugiyarto.

Baca Juga :  Kepala Sekolah Perempuan Naik Motor Trail: Jalan Rusak di Jombang Jadi Sorotan
Sosialisasi pemanfaatan limbah kulit kopi untuk pakan ternak di UPT Peternakan Bakorwil V Jember di Silo, 15/07/2026
Sosialisasi pemanfaatan limbah kulit kopi untuk pakan ternak di UPT Peternakan Bakorwil V Jember di Silo, 15/07/2026

Usaha ternak menurut Sugiyarto Kadis KPPP yang harus dilakukan adalah mengejar produktivitas bukan hanya jumlah yaitu bagaimana caranya ternak domba itu tidak terlalu lama, kalau biasanya 6 bulan bagaiman 3 bulan bisa menjual. Salahsatu solusinya adalah kawin suntik dengan bibit unggul yang pertumbuhannya cepat sehingga penghasilan peternak bisa meningkat, pungkas Sugiyarto

Pemateri pertama Prof.Dr.Sunaryo Hadi Warsito,drh.MP dari fakultas kedokteran hewan Universitas Airlangga menyampaikan materi “Konsep Pola Integrasi Domba – Kopi”. Beliau menyampaikan pola integrasi domba – kopi merupakan inovasi pertanian terpadu yang memanfaatkan limbah kulit kopi sebagai pakan ternak dan limbah ternak sebagai pupuk organik. Melalui konsep ekonomi sirkular, model ini mampu meningkatkan efisiensi usaha, produktifitas serta nilai tambah sektor perkebunan dan peternakan sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan peternak secara berkelanjutan di Kabupaten Jember, terangnya.

Baca Juga :  Antisipasi Pelanggaran Hukum Ratusan Poktan Jember Ikuti Bimtek Optimasi Lahan Bersama APH Kejari Jember

Sementara itu pemateri kedua Dr.Ir. Nur Widodo,S.Pt.M.Sc akademisi Universitas Jember memberikan materi “Diversifikasi Pakan Ternak Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi”. Beliau menyampaikan Diversifikasi pakan melalui pemanfaatan limbah kulit kopi merupakan inovasi yang mendukung efisiensi usaha peternakan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah perkebunan. Dengan penerapan teknologi pengolahan yang tepat, limbah kulit kopi dapat menjadi sumber pakan alternatif yang aman, ekonomis dan berkelanjutan. Penerapan inovasi ini diharapkan mampu memperkuat integrasi usaha domba – kopi, meningkatkan pendapatan petani dan peternak serta mendukung pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan di kabupaten Jember, terang Widodo. (LHK)

Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×