Pelitaonline.co, JEMBER – 13 Juli 2026.
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawaid, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), meninjau langsung pelaksanaan Program Optimasi Lahan (Oplah) tahun 2025 serta proyek pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, pada Senin (13/07/2026).

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur pertanian berjalan optimal guna mendongkrak peningkatan produksi pertanian melalui optimasi lahan dan meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Gus Fawait didampingi oleh:
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Arif Liyantono,ST, Kepala Dinas Kominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP., M.Si, Anggota Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, Jajaran Muspika Jenggawah serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Jenggawah.

Dalam kunjungannya di Pondok Lalang Desa Wonojati Jenggawah, Bupati Gus Fawait menyoroti progres fisik saluran irigasi sepanjang 260 meter yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp195 juta, ditambah swadaya masyarakat sepanjang 3 meter.
Menariknya, proyek RJIT ini dikerjakan secara swakelola oleh warga sekitar. Sistem ini sengaja dipilih sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara langsung. Kendati melibatkan warga setempat, Gus Fawait dengan tegas mengingatkan agar kualitas bangunan tetap dijaga dan tidak digarap asal-asalan.
“Perlu pengawasan ketat dari masyarakat dan aparat. Kita awasi bersama agar hasilnya maksimal,” tegas Gus Fawait.
Target Peningkatan Produktivitas Pertanian
Melalui jaringan irigasi yang diperbaiki ini, Pemkab Jember menargetkan pasokan air mampu mengairi sedikitnya 20 hektare lahan pertanian di Desa Wonojati. Kehadiran Program perbaikan irigasi ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan intensitas tanam dan kualitas panen petani.
Salah satu fokus kami hari ini adalah proyek optimalisasi lahan seluas 20 hektare yang ada di Desa Wonojati sebagai bagian dari program besar pembangunan pertanian terintegrasi secara bertahap pada tahun 2025 dan 2026.
“Untuk tahun 2026 ini, target optimalisasi lahan kita menjangkau luasan hingga 7.070 hektare. Selain itu, kami juga fokus pada pembangunan Irigasi Pompa (Irpom) yang direncanakan mencapai hampir 100 titik, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan),” ujar Gus Fawait.
”Dengan adanya program perbaikan irigasi dan optimasi lahan ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas panen petani. Dari yang sebelumnya hanya bisa 1 kali tanam padi dalam setahun, kini bisa meningkat menjadi 2 hingga 3 kali tanam. Semoga jaringan ini membawa berkah bagi petani dan hasil pertanian melimpah,” pungkas Bupati Jember. (Lhk)








