Pelitaonline.co, JEMBER – 2 Mei 2026
Hari buruh internasional (May Day) di Kabupaten Jember diperingati di pendopo Wahyawibawagraha tanpa adanya aksi unjukrasa tetapi diisi dengan tasyakuran bersama yang dihadiri Bupati Jember, Wakapolres, perwakilan DPRD, kepala OPD, pengusaha serta perwakilan serikat buruh. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama dan ceramah agama oleh KH Badrus Shodiq, Jumat 01/04/2026.
Ketua panitia peringatan hari buruh internasional (May Day) Drs.Imam,M.M. dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berperan serta mensukseskan peringatan May Day yaitu tasyakuran bersama dan jalan sehat pada hari Minggu,3 Mei 2026 yang akan diikuti sekitar 21.000 undangan dan diprediksi sekitar 7.000 massa hadir.

Esensi peringatan hari buruh internasional ini sebenarnya ada 2 yaitu bagaimana menyentuh hati pengusaha supaya tingkat kesejahteraan buruh di Jember diperhatikan lebih oleh pengusaha. Adapun sumber dana kegiatan tasyakuran murni dari Pemkab Jember sedangkan jalan sehat berasal dari partisipasi stake holder perusahaan di kabupaten Jember, terang Imam.
Bupati Jember Muhammad Fawait,S.E.MSc dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada serikat buruh, pelaku dunia usaha dan komunitas pekerja yang telah memperingati hari buruh sedunia dengan hal yang sangat positif dan produktif yaitu pengajian hari ini dan jalan sehat pada hari Minggu,3 Mei 2026. Dari tahun 2025 sampai hari ini, Jember mengawali peringatan May Day secara positif dan produktif, terang Bupati Jember Gus Fawait.
Peringatan May Day yang sangat positif dan produktif ini tentu akan mendukung perbaikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Jember. Pada tahun 2025 sektor investasi di Jember sudah mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Hal ini bukan karena faktor pemerintah saja tetapi peran panjenengan semuanya pengusaha dan pekerja. Investasi harus tetapi pekerja juga harus diberikan kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jember terjadi pada tahun 2025, bagi daerah yang sudah maju bukan hanya pertumbuhan ekonomi saja tetapi bagaimana pendapatan daerah meningkat karena pendapatan menunjukkan kekuatan fiskal kita dan Jember di tahun 2025 menjadi kabupaten yang pertumbuhan pendapatan yang teristiwa. Hal ini karena peran dari pengusaha, pekerja, serikat pekerja dan semua komponen yang ada di kabupaten Jember, terang Bupati Jember Muhammad Fawait.

Tahun 2026 kita harus lebih maju. Kalau pertumbuhan ekonomi meningkat pendapatan meningkat berarti iklim investasi bagus, kalau iklim investasi bagus tentunya lapangan pekerjaan terbuka secara lebar yang secara otomatis pengangguran akan turun dan seharusnya pekerja lebih sejahtera.
Saya Bupati Jember semampu saya bersama DPRD beserta jajaran Pemkab Jember, seluruh elemen Forkopimda akan terus berikhtiar sebaik mungkin dua elemen penting yaitu investor dan pekerja harus mendapatkan tempat yang baik di Jember, kalau ada perijinan yang susah bilang saya apalagi sekarang ada wadul guse jangan keluhan saja tetapi ide-ide yang bagus menarik untuk kebaikan Jember Monggo disampaikan. Saluran wadul guse tidak ada orang besar orang kecil, tidak ada orang kota orang desa, semuanya sama yang membuat saluran pelayanan birokrasi yang panjang biasanya diharapkan komunikasi antara rakyat dengan pemimpinnya, masyarakat dengan Bupati bisa lebih dekat lewat saluran wadul guse, pungkas Bupati Jember Muhammad Fawait. (LHK)








