MTQ XXXI Hadirkan Lomba Kaligrafi, Peserta Jember Usung Konsep Kerajaan yang Unik

Ambang HL

September 21, 2025

2
Min Read
Beragam kaligrafi peserta MTQ Jatim 2025.
Beragam kaligrafi peserta MTQ Jatim 2025.

JEMBER – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember menghadirkan beragam cabang lomba, salah satunya kaligrafi. Cabang ini menampilkan karya penuh nilai seni sekaligus nuansa religius di GOR PKPSO Jember pada Kamis (18/9/2025) lalu.

Dari sekian peserta, salah satu yang mencuri perhatian adalah Irham Maulana Syuhada, perwakilan asal Jember. Ia turun di kategori kaligrafi kontemporer dengan mengusung konsep unik bernuansa kerajaan yang dipadukan dengan kaligrafi Islam.

Irham menuturkan bahwa dirinya memilih tema kerajaan dengan makna mendalam tentang rezeki. Ide tersebut ia wujudkan melalui simbol berlian, emas, dan uang. Baginya, bentuk itu merepresentasikan karunia Tuhan yang diberikan kepada manusia dengan berbagai cara.

Baca Juga :  Bangun Rumah dengan Budget Minim? Ini Tips Pintar Agar Tetap Kokoh & Nyaman

“Saya sudah punya sejumlah ide sejak dari rumah. Tapi semua harus dikombinasikan kembali sesuai aturan lomba. Tahun ini saya memilih tema kerajaan dengan makna rezeki,” katanya.

Keunikan lain dari karyanya terletak pada inspirasi yang ia ambil dari budaya Kerajaan Bali. Unsur tradisi lokal ia padukan dengan kaligrafi Arab, menciptakan harmoni antara seni Islam dan kekayaan budaya Nusantara.

“Pesan yang ingin saya sampaikan sederhana, bahwa rezeki itu sudah diatur Allah. Jadi manusia harus yakin dan tetap berusaha,” ujarnya.

Irham mengakui bahwa persiapan lomba kali ini cukup menantang. Materi resmi baru diterima dua hari sebelum pelaksanaan, sehingga ia harus melakukan penyesuaian cepat terhadap konsep yang sudah disiapkan.

Baca Juga :  "Polantas Jember Berikan Edukasi SIM dengan Sentuhan Humanis"

“Kesulitan lain adalah kondisi ruangan yang cukup panas. Jadi selain fokus menggambar, saya juga harus melawan rasa gerah agar bisa maksimal,” jelasnya.

Keikutsertaan Irham di MTQ XXXI bukanlah yang pertama. Sebelumnya, ia pernah mengikuti berbagai ajang serupa. Pada MTQ Pasuruan tahun 2015, Irham masuk dua besar. Bahkan pada 2018, ia berhasil meraih juara tiga lomba kaligrafi tingkat nasional di Pontianak ketika mewakili Jawa Timur di ajang mahasiswa.

Meski berpengalaman, yang membedakan kali ini adalah gagasan yang lebih berani dan ekspresif. Karya Irham tidak sekadar menonjolkan keindahan tulisan Arab, tetapi juga menghubungkan pesan spiritual dengan simbol budaya yang kaya makna.

Partisipasi seniman muda seperti Irham menjadi bukti bahwa cabang kaligrafi di MTQ tidak hanya soal kompetisi, melainkan juga ruang kreatif yang mampu memperkaya khazanah seni Islam di Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Jember Akan Mempermudah Izin Tambang Galian C
Bantu Ikuti Saluran : WhatsApp Kami

Dan Bantu Ikuti : Google News Kami

Related Post

 

×