JEMBER – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Jawa Timur tahun 2025 dipandang bukan sekadar ajang perlombaan antar-daerah, melainkan momentum penting bagi Kabupaten Jember untuk meneguhkan komitmen dalam membina generasi Qur’ani.
Sebanyak 53 kafilah terbaik resmi dikirimkan sebagai perwakilan Jember. Hampir seluruh cabang lomba akan diikuti, kecuali dua kategori, yakni kaligrafi digital serta tilawah cacat netra putri. Meskipun demikian, keterlibatan Jember tetap menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan potensi qori dan qoriah di tingkat daerah.
Kabag Kesra Pemkab Jember, Nurul Hafid Yasin, menegaskan bahwa peserta tahun ini telah melalui proses pembinaan yang panjang. Menurutnya, kualitas kafilah jauh lebih matang dibandingkan dengan perhelatan sebelumnya.
“Bukan hanya fokus pada lomba, MTQ ini juga menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan yang dilakukan di berbagai pesantren, TPQ, dan lembaga pendidikan agama di Jember. Kami ingin masyarakat melihat bahwa generasi Qur’ani terus lahir dan berkembang di daerah ini,” ujar Nurul Hafid.
Masyarakat Jember sendiri menyambut baik keikutsertaan kafilah di ajang tingkat provinsi tersebut. Bagi mereka, MTQ adalah wujud nyata dari tradisi religius yang telah lama tumbuh subur di daerah Tapal Kuda ini. Lantunan ayat suci yang diperlombakan bukan hanya dinilai dari segi teknis, tetapi juga menjadi syiar Islam yang memperkuat spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Nurul Hafid juga menambahkan, target tiga besar yang dipasang tahun ini memang penting. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari posisi akhir. “Kalau di Pasuruan kita bisa menempati peringkat enam, tahun ini kami optimis lebih baik. Tapi yang paling penting adalah bagaimana MTQ mampu memperkuat karakter religius masyarakat Jember,” jelasnya, Kamis (11/09/2025).
Tradisi pendidikan Al-Qur’an di Jember diyakini menjadi modal utama dalam melahirkan qori dan qoriah berprestasi. Dengan dukungan para ustaz, santri, dan pembina, kafilah Jember diharapkan mampu tampil percaya diri di hadapan dewan hakim maupun masyarakat Jawa Timur.
“MTQ ini bukan hanya lomba. Ini adalah ruang untuk menunjukkan kerja keras para pembina agama, guru, dan masyarakat yang telah berjuang menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini. Harapan kami, generasi muda Jember semakin dekat dengan kitab suci dan menjadikannya pedoman hidup,” ungkap Nurul Hafid.
Dengan dukungan doa dan semangat masyarakat, Pemkab Jember optimistis langkah kafilah kali ini bisa lebih gemilang. Namun di balik target prestasi, MTQ 2025 juga meninggalkan pesan yang lebih besar: menjadikan Jember sebagai daerah yang terus melahirkan generasi Qur’ani, sekaligus menjaga warisan spiritual di tengah perkembangan zaman.








