JEMBER – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengurangan emisi karbon di Indonesia melalui penerapan praktik bisnis berkelanjutan yang terintegrasi dengan layanan perbankan. Komitmen ini sejalan dengan upaya mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus memberikan solusi finansial yang relevan bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Jember, Jawa Timur.
Corporate Communications Head CIMB Niaga, Hery Kurniawan, mengungkapkan bahwa hingga semester I/2025, hampir 25% dari total pembiayaan bank atau senilai Rp57,6 triliun telah dialokasikan untuk mendukung transisi energi yang adil, pembangunan berkelanjutan, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Melalui implementasi sustainability, kami membangun bisnis yang tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga menjaga lingkungan dan memperhatikan aspek sosial. Kami berpartisipasi dalam peluncuran perdagangan karbon internasional melalui platform Indonesia Carbon Exchange (IDX Carbon) pada Januari lalu, serta meningkatkan penggunaan energi terbarukan dengan pemasangan panel surya di sejumlah kantor operasional,” ujar Hery dalam Media Gathering CIMB Niaga di Jember, Selasa (12/8/2025).
Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar CIMB Niaga untuk mengintegrasikan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) ke dalam proses perbankan. Dengan begitu, setiap layanan dan pembiayaan yang diberikan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi upaya pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan.
Di Jember sendiri, CIMB Niaga menghadirkan berbagai solusi keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Layanan perbankan digital seperti OCTO Mobile dan OCTO Clicks memudahkan nasabah bertransaksi tanpa perlu banyak mobilitas fisik, sehingga turut berkontribusi mengurangi jejak karbon dari aktivitas transportasi.
Bagi pelaku usaha, terutama UMKM, CIMB Niaga menawarkan aplikasi OCTO Merchant untuk memfasilitasi transaksi nontunai melalui QRIS. Sistem ini membuat proses pembayaran lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada transaksi berbasis kertas, yang juga berdampak positif pada lingkungan.
Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga, Rhena Octaria, menambahkan bahwa pengembangan layanan perbankan di Jember selaras dengan potensi ekonomi daerah yang besar di sektor agribisnis, perkebunan, dan pariwisata.
“Kami menghadirkan layanan komprehensif baik melalui kantor cabang maupun digital, serta menggelar program seperti Ngobrol Biznis (NGOBIZ) untuk membekali pelaku UKM dengan wawasan bisnis berkelanjutan,” jelasnya.
Selain mendorong literasi keuangan, CIMB Niaga berharap layanan dan inisiatif tersebut dapat menjadi motor pertumbuhan usaha yang ramah lingkungan. “Kami ingin nasabah berkembang tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap bumi,” kata Rhena.
Kinerja positif CIMB Niaga secara nasional juga memperkuat kemampuan bank untuk terus berinvestasi pada program keberlanjutan. Pada semester I/2025, bank mencatat laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp4,4 triliun, dengan pertumbuhan kredit 6,8% year-on-year menjadi Rp231,8 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp261,9 triliun.
Rasio current account saving account (CASA) juga berada di angka 69,0%, menunjukkan meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan CIMB Niaga. Di sektor perbankan syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencatat pembiayaan sebesar Rp59,6 triliun dan DPK Rp48,2 triliun.
Dengan kombinasi kinerja finansial yang solid dan komitmen terhadap pengurangan emisi karbon, CIMB Niaga memposisikan diri sebagai bank yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari solusi global menghadapi perubahan iklim.








