ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 11 Juli 2025. Tabung LPG 3 kg, atau yang akrab disebut “tabung melon,” jadi andalan banyak rumah tangga di Indonesia. Berat LPG 3 kg merujuk pada isi gasnya, tapi tabung kosongnya sendiri punya berat sekitar 5-6 kg. Jadi, total berat tabung penuh sekitar 8-9 kg. Di tahun 2025, tabung ini lagi ramai dibicarakan karena rencana pemerintah menerapkan kebijakan satu harga mulai 2026. Apa sih artinya buat kita? Yuk, simak ulasan berikut!
Mengapa Berat LPG 3 Kg Penting?
Berat LPG 3 kg bukan cuma soal angka di tabung. Berat ini menentukan seberapa lama gas bisa dipakai untuk masak sehari-hari. Rata-rata, tabung ini cukup untuk kebutuhan rumah tangga kecil selama 2-3 minggu, tergantung pemakaian. Selain itu, berat LPG 3 kg juga jadi patokan subsidi pemerintah. Tabung ini dirancang untuk masyarakat menengah ke bawah, jadi harganya dikontrol ketat.
Namun, masalah sering muncul di lapangan. Banyak pengecer nakal yang menjual tabung dengan isi kurang dari berat LPG 3 kg standar. Akibatnya, konsumen merasa dirugikan karena gas cepat habis. Pemerintah pun kini memperketat pengawasan distribusi untuk memastikan berat LPG 3 kg sesuai standar. Misalnya, hingga Mei 2025, distribusi LPG 3 kg mencapai 3,49 juta ton, dan 54,1 juta NIK sudah teregistrasi untuk transaksi resmi di pangkalan Pertamina.
Kebijakan Satu Harga LPG 3 Kg di 2026
Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, sedang menyiapkan kebijakan besar: harga seragam untuk LPG 3 kg di seluruh Indonesia mulai 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bilang, kebijakan ini bertujuan mengatasi disparitas harga antar daerah. Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg sekitar Rp19.000 per tabung, tapi di beberapa daerah, harganya bisa melonjak hingga Rp50.000








