ENSIKLOPEDIA – JAKARTA, 11 Juli 2025. Istilah asal kata bule sering bikin orang bertanya-tanya. Dari mana sih kata ini berasal? Mengapa orang asing, khususnya berkulit putih, sering dipanggil “bule” di Indonesia? Yuk, kita telusuri!
Apa Itu Bule? Mengupas Makna Awal
Kata “bule” identik dengan orang asing, terutama yang berkulit putih. Tapi, asal kata bule sebenarnya punya cerita panjang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “bule” merujuk pada orang kulit putih atau orang asing dari Barat. Namun, asal-usulnya lebih kompleks dari sekadar definisi kamus.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa asal kata bule berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu “bule” yang berarti albino atau sesuatu yang berwarna putih pucat. Istilah ini awalnya tidak merujuk pada manusia, melainkan pada hewan seperti kerbau albino yang dianggap langka. Seiring waktu, kata ini mulai digunakan untuk menggambarkan orang-orang Eropa yang datang ke Indonesia dengan kulit pucat mereka. Menarik, bukan?
Jejak Sejarah: Bule di Era Kolonial
Untuk memahami asal kata bule, kita perlu melongok ke masa kolonial. Pada abad ke-16, saat Portugis dan Belanda mendarat di Nusantara, penduduk lokal mulai memperhatikan perbedaan fisik mereka. Kulit pucat, rambut pirang, dan mata biru jadi ciri yang mencolok. Nah, di sinilah istilah “bule” mulai populer.
Menurut sejarawan, asal kata bule juga bisa terkait dengan bahasa Melayu lama. Ada teori yang menyebutkan bahwa kata ini berasal dari “buleh” atau “bulai”, yang artinya pucat atau keputihan. Istilah ini lalu dipakai untuk menggambarkan orang Eropa yang datang sebagai pedagang atau penjajah. Jadi, asal kata bule bukan sekadar julukan, tapi juga cerminan pengamatan budaya lokal terhadap pendatang.








