BerandaEnsiklopediaFosil Homo Erectus Berusia...

Fosil Homo Erectus Berusia 140.000 Tahun Ditemukan di Dasar Laut Selat Madura

Dilansir dari beberapa sumber terpercaya salah satunya (archaeology.org)

Date:

Implikasi Terhadap Interaksi Antarspesies

Penemuan strategi berburu yang canggih ini menimbulkan pertanyaan menarik tentang kemungkinan interaksi antara Homo erectus dengan spesies hominin lain. Berghuis menyatakan bahwa ada dua kemungkinan penjelasan: “Homo erectus Selat Madura mungkin mengembangkan strategi berburu ini secara independen, tetapi kemungkinan lain adalah kita sedang melihat semacam pertukaran budaya”.

Kemungkinan interaksi ini didukung oleh fakta bahwa sekitar 350.000 tahun yang lalu, Homo erectus di daratan Asia mulai digantikan oleh populasi manusia yang lebih modern, termasuk Denisovan dan Neanderthal.ย Meskipun Homo erectus bertahan di Jawa hingga sekitar 117.000-108.000 tahun yang lalu, kemungkinan kontak dengan kelompok hominin lain tetap terbuka.

Baca Juga :  Bimbel Menjadi Alternatif Orang Tua Siswa Dimasa Pandemi

Temuan ini juga membuka kemungkinan pertukaran genetik antarspesies, sebuah fenomena yang telah terbukti terjadi antara Homo sapiens dengan Neanderthal dan Denisovan di wilayah lain. Dr. Noerwidi menyebutkan bahwa penemuan ini mengantarkan satu langkah lebih dekat untuk melacak jejak Homo erectus di luar Jawa.

Metodologi Penelitian dan Validasi Ilmiah

Penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin yang komprehensif untuk memastikan akurasi dan validitas temuan. Penanggalan fosil dilakukan menggunakan metodeย Optically Stimulated Luminescenceย (OSL) pada dua sampel dari lapisan batu pasir fluvial, menghasilkan usia 162 ยฑ 31 ribu tahun dan 119 ยฑ 27 ribu tahun, dengan rentang konsisten pada 146.000-131.000 tahun lalu.

Analisis tafonomis dilakukan untuk memahami proses pembentukan dan preservasi fosil di lingkungan fluvial purba. Tim peneliti mengidentifikasi bahwa fosil-fosil berasal dari lembah sungai yang tenggelam dan seiring waktu terisi dengan pasir sungai.ย Proses transisi dari lingkungan terestrial ke lingkungan pasang surut menciptakan kondisi ideal untuk preservasi berbagai fosil vertebrata.

Baca Juga :  Kembangkan Kemapuan Digital Kratif, LPM Mitra UIJ Latih Puluhan Siswa

Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam empat artikel terpisah di jurnalย Quaternary Environments and Humansย pada Mei 2025, memberikan analisis komprehensif tentang temuan arkeologis, paleontologis, dan geologis.ย Pendekatan publikasi yang terpisah ini memungkinkan presentasi data yang detail dan mendalam untuk setiap aspek penelitian.

Dapatkan Berita Terbaru: Saluran WA

Temukan Berita Terbaru: Google News

Cak Ulil
Cak Ulilhttps://pelitaonline.co
KONTRIBUTOR PELITA ONLINE | Media Berita Online Terpercaya. Cak Ulil Berkontribusi dalam Reportase Kategori Berita Terkini, Peristiwa Terkini, Politik Birokrasi, Ekonomi Bisnis, Olahraga dan Teknologi.

Baca Selengkapnya

AC Milan Vs Monza Kemenangan Rossoneri di Tengah Aksi Protes Ultras

BOLA - AC Milan meraih kemenangan 2-0 atas Monza dalam pertandingan penutup Serie A 2024-25, meski atmosfer di...

Arsenal Juarai Liga Champions Wanita Setelah Kalahkan Barcelona 1-0

BOLA - Arsenal berhasil meraih gelar Liga Champions Wanita UEFA untuk kedua kalinya dalam sejarah klub setelah mengalahkan...

Mohamed Salah Raih Gelar Pemain Terbaik Premier League untuk Kedua Kalinya

BOLA - Penyerang bintang Liverpool Mohamed Salah kembali membuktikan kelasnya dengan meraih penghargaan Premier League Player of the...

Justin Bieber Tampil Mengejutkan Bersama SZA di Konser Los Angeles

HIBURAN - Justin Bieber membuat kejutan spektakuler pada 23 Mei 2025 ketika ia bergabung dengan SZA di atas...

 

ร—